← Blog

Mengapa Kami Membuat Olshop (Dan Mengapa Kami Ngotot Bikin Baru)

Masalah yang kami lihat, untuk siapa aplikasi ini sebenarnya, dan mengapa kami merasa perlu turun tangan.

Banyak banget penggiat toko online (olshop) yang masih menjalankan bisnisnya pakai jurus peninggalan prasejarah: kombinasi maut antara aplikasi chat dan deretan sel spreadsheet yang ruwetnya ngalahin drama sinetron.

Hasilnya? Pesanan sering nyelip, stok barang halu (di Excel tertulis aman, pas dicari di gudang ternyata kosong melompong), dan pada akhir bulan selalu muncul misteri abad ini: "Laris sih laris, tapi duitnya pada ke mana, ya?"

Kami sering banget melihat kejadian menyedihkan semacam ini. Dan sejujurnya, kami merasa penderitaan batin ini nggak perlu diteruskan kalau alat tempurnya bener.

Untuk Siapa Sebenarnya Aplikasi Ini?

Olshop ini khusus kami bangun untuk para pedagang kecil, pemilik toko, atau admin yang punya impian sederhana:

  • Satu Tempat Saja: Untuk mengurus duit, stok barang, dan pesanan. Nggak perlu ikut kursus akuntansi kilat atau belajar pakai software rumit yang tombolnya ada seratus. Boro-boro mau belajar akuntansi, balas chat pelanggan yang iseng nanya "bisa COD kak?" saja sudah bikin jempol keriting.
  • Mobile-first (HP adalah Koentji): Karena kami tahu kalian sibuk packing barang dan melayani pembeli, bukan duduk manis di depan laptop seharian. Cek omzet dan update stok harus bisa dilakukan sambil rebahan pakai HP.
  • Kejelasan Hakiki: Biar tahu pasti arus kas ini larinya ke mana dan barang apa saja yang laku, tanpa harus pusing melihat deretan angka di layar yang bikin mata juling.

Kami nggak bikin aplikasi ini untuk perusahaan enterprise berskala raksasa. Kami bikin ini untuk kalian yang jualan, packing sendiri, dan mengantar barang sendiri ke kurir. Kalian pantas mendapatkan alat yang sat-set dan nggak ngerepotin.

Kenapa Bikin Baru? Memangnya yang Sudah Ada Kurang Bagus?

Pertanyaan bagus. Saat kami riset, aplikasi yang ada di pasaran itu biasanya terbelah jadi dua kubu ekstrem:

  1. Terlalu simpel sampai kurang fitur esensial (nggak bisa melacak arus kas masuk-keluar dengan presisi).
  2. Terlalu ribet, berat, dan memaksa kita untuk paham bahasa dewa akuntansi cuma buat mencatat hasil jualan daster.

Maka, alih-alih pasrah menggunakan yang sudah ada, kami nekat bikin sendiri. Nah, sebagai pengembang, kami juga mau sungkem dan jujur di awal. Aplikasi kami ini mungkin masih jauh dari kata sempurna. Ya, mungkin fiturnya masih ada yang bolong, masih banyak kurangnya, atau belum sekomplet aplikasi sebelah yang developer-nya ratusan orang.

Tapi tenang saja, kami sadar diri kok. Kami tidak sedang membuat aplikasi raksasa yang ribet. Yang kami tawarkan adalah antarmuka yang simpel, intuitif, dan langsung jalan. Di balik layar, mesin Olshop ini sebenarnya bekerja layaknya akuntan sungguhan (kami pakai sistem double-entry accounting betulan!), tapi di layar HP kalian, semuanya disulap jadi menu manusiawi: "Duit Masuk", "Duit Keluar", dan "Pesanan Selesai".

Apa Tujuan Kami?

  • Simpel dari Sananya: Biar mesin kami saja yang pusing mikirin sistem yang ribet. Kalian cuma perlu melihat alur yang jelas.
  • Harga Jujur: Ada versi gratis yang beneran bisa dipakai buat kerja sehari-hari (bukan sekadar trial basa-basi yang ujung-ujungnya memalak minta upgrade). Kalau toko kalian makin besar dan butuh fitur kelas berat, harganya juga bakal tetap masuk akal.
  • Data Kamu, Aturan Kamu: Privasi itu harga mati. Data toko kalian terisolasi aman dan mutlak menjadi milik kalian.

Kami masih di tahap yang sangat awal. Postingan ini cuma cara kami untuk bilang: "Halo, kami tahu masalah kalian, dan kami sedang membangun solusinya secara terbuka." Nanti kalau ada pembaruan lumayan besar atau penambahan fitur baru, kami pasti bakal cerita-cerita lagi di sini.

Terima kasih sudah membaca! Kalau kalian owner olshop, kami bakal senang banget kalau kalian mau berbagi keluh kesah - siapa tahu kami bisa bantu bikin hari kalian sedikit lebih santai dan isi dompet tidak lagi gaib.